Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Singapura Capai 2000-an Jiwa Pertahun

Pria 23 Tahun, Kasus Termuda Kematian COVID-19 Singapura pada 14 Oktober  2021 - Health Liputan6.com

Buzzbinpadillacrt – Singapura diperkirakan akan menyaksikan hingga 2.000 an kematian akibat COVID-19 per tahunnya. Korban jiwa paling banyak diprediksi adalah lansia.

Kabar tersebut disampaikan oleh Menteri Senior citizen Negara untuk Kesehatan, Janil Puthucheary, pada Senin (1/11).

Ia mengatakan, saat ini tingkat kematian kasus (case fatality price) akibat COVID-19 di Singapura berada di angka 0,2%. Tingkat ini setara dengan tingkat kematian akibat penyakit pneumonia, sebelum ada pandemi COVID-19.

Tingkat kematian akibat corona Singapura juga lebih rendah dibandingkan negara-negara lain yang kasusnya melonjak sebelum ada vaksin COVID-19.

“Namun ini berarti, seiring berjalannya waktu, angka mutlak kematian akibat COVID-19 akan meningkat, meskipun dengan adanya perawatan medis terbaik. Kita mungkin akan menyaksikan 2.000 kematian per tahunnya akibat COVID-19,” kata Puthucheary, dikutip dari Reuters.

Ia tidak menjelaskan berapa lama perkiraan kematian itu akan berlangsung.

Puthucheary menambahkan, Singapura mencatat 4.000 kematian per tahunnya akibat flu dan penyakit pernapasan lainnya sebelum pandemi. Ini artinya, perkiraan kematian akibat COVID-19 masih lebih rendah dibandingkan akibat penyakit pernapasan lain.

Vaksinasi dosis penuh di Singapura sudah mencapai 80% dari overall 5,45 juta populasi. Hampir seluruh dari kasus baru saat ini adalah kasus tanpa gejala atau bergejala ringan.

95% dari pasien meninggal dalam waktu enam bulan terakhir adalah lansia berusia di atas 60 tahun. 72% dari pasien meninggal belum divaksinasi dosis penuh.

Negeri Singa akan mempersiapkan hidup bersama COVID-19 sebagai endemi, tanpa adanya peningkatan angka kematian penduduk.

“Meskipun kita akan menyaksikan kematian akibat COVID-19, kita tidak akan melihat adanya peningkatan total kematian penduduk dibandingkan dengan overall kematian pada tahun typical tanpa COVID,” kata Puthucheary.

Jadi, kematian akibat corona tidak akan menyebabkan penambahan kematian secara keseluruhan.

Saat ini, Singapura tengah digempur lonjakan kasus corona. Pada Minggu (31/10), tercatat penambahan kasus sebanyak 3.163 orang dan kematian 13 jiwa. Puncak kasus terjadi pada 27 Oktober, di mana kasus bertambah hingga 5.324 orang dalam sehari.

Complete kasus COVID-19 Singapura mencapai 198.374 dan kematian sebanyak 407 jiwa.

Leave a Reply